Bambang Pranoto Sebarkan Komposisi Minyak Kutus Kutus

bambang pranoto minyak kutus kutus

Dalam proses pembuatannya, Minyak Kutus Kutus penuh dengan filosofi alam, kehidupan, agama serta budaya. Sebagai pemilik brand Tamba Waras Minyak Kutus Kutus, Bambang Pranoto mengatakan bahwa bahan baku pembuatan Minyak Kutus Kutus sebenarnya sangat sederhana. Bahkan Bambang menyatakan jika bahan-bahan tersebut sangat mudah untuk didapatkan di kebun sekitar rumah.

Jahe, kunyit, laso dan temulawak diantaranya merupakan bahan dasar yang digunakan untuk membuat Minyak Kutus Kutus. Diproses secara infused, Minyak Kutus Kutus merupakan minyak yang memiliki ekstrak minyak tanpa merusak bahan dasarnya. Secara filosofi, Bambang menyebutkan bahwa dirinya mengambil dari 7 batang, 7 daun, 7 akar, 7 bunga, 7 buah, 7 minyak esential dan 7 minyak aromatik.

“Kenapa 7, karena dalam falsafah Jawa angka 7 adalah pitulungan. Jadi kalau angka 7 banyak ya double pitulungannya. Makanya kami mengunakan unsur pohon, ada daun, batang, bunga, buah, akar, kulit, dan batang. Kami menggunakan semua jejamuan dengan totalnya 49 item,” ujar Bambang.

Molekul Kecil Minyak Kutus Kutus

Bahan alami yang digunakan untuk membuat Minyak Kutus Kutus
Bahan alami yang digunakan untuk membuat Minyak Kutus Kutus

Cara penggunaan Minyak Herbal Kutus Kutus bisa dibilang agak berbeda dengan minyak lain. Apabila minyak lain diaplikasikan dengan cara menggosok, Minyak Kutus Kutus digunakan dengan cara dibalur. Molekul Minyak Kutus Kutus yang lebih kecil daripada air membuat Minyak Kutus Kutus lebih cepat masuk ke pori-pori kulit dan sehingga mempercepat ptoses penyembuhan.

“Jadi kalau orang sakit, dia akan merasa di dalamnya kayak ada sesuatu yang mengalir dan biasanya dengan cerdas ia mencari di tempat yang sakit. Rasanya akan seperti ditusuk jarum dan tidak begitu lama penyakitnya akan berkurang,” ujarnya.

“Semuanya kami tumbuk dengan batu secara tradisional, karena begitu masuk ke dunia modern beberapa unsur akan menghilang. Proses 1 minyak, biasanya menghabiskan waktu 1 hari 1 malam, lalu setelah selesai akan didiamkan selama 41 hari,” lanjut pria berkacamata tersebut.

Meskipun Minyak Kutus Kutus ini terbuat dari 100% bahan alami, tapi Bambang tidak merekomendasikaannya untuk dikonsumsi dengan cara diminum. Sang owner menekankan lebih pada pengobatan dari luar dengan cara dibalur. Biarpun tdak direkomendasikan, ternyata masih ada beberapa orang yang mengkonsumsi Minyak Kutus Kutus dengan cara diminum.

Minyak Kutus Kutus Untuk Mengobati Stroke

Bambang Pranoto minyak kutus kutus
Minyak Kutus Kutus dapat menyembuhkan penyakit stroke

Minyak Kutus Kutus mulai diperkenalkan secara resmi pada Desember 2013 dan mulai dijual pada 16 Desember 2013. Fanpage di Facebook merupakan lapak awal Minyak Kutus Kutus dijual. Semakin berkembang, akhirnya Bambang telah memiliki 1.500 reseller. Dengan peredaran yang mencapai 50.000 produksi per botol per bulan dan tersebar di berbagai penjuru Indonesia dengan harga Rp 230 ribu per botol.

Dengan meningkatnya permintaan akan Minyak Kutus Kutus, Bambang pun membuka peluang bagi para reseller. Tidak hanya itu, selain reseller Bambang juga telah membuka depo di sejumlah kota besar di seluruh Indonesia seperti di Makassar, Surabaya, Yogyakarta, Purwakarta, Tangerang.

Bambang pun menuturkan bahwa dirinya pun memiliki pengalaman positif dengan Minyak Kutus Kutus. Pernah suatu kali teman akrab beliau terkena terserang stroke secara tiba-tiba. BAmbang pun kemudian mengirimkan sebotol minyak Kutus Kutus kepada temannya untuk dicoba. Tanpa disangka, ternyata setelah sekitar 4 kali penggunaan dengan cara dibalur, penyakit stroke yang menimpa temannya tersebut bisa sembuh.

“Penyakit stroke telah menjadi ancaman nomor 3 terbesar di Indonesia. Pernah ada salah satu teman saya terkena stroke. Banyak cara pengobatan telah dilakukan, tapi hasilnya tidak pernah memuaskan. Dia membalurkan secara acak di semua tempat dan setelah habis satu botol dia bisa sembuh total,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *